![]()

SANGIHE , Bintang Nusa Utara com- Penyusunan menu untuk anak tidak bisa hanya berorientasi pada pemenuhan rasa kenyang dan pertumbuhan fisik semata. Dalam kegiatan penyuluhan gizi yang digelar belum lama ini, peserta ditekankan bahwa menu yang ideal juga harus mampu mendukung kebutuhan otak dan aktivitas belajar anak.
Tim penyuluh menjelaskan, pemilihan bahan makanan yang tepat sangat menentukan ketersediaan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan otak untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Dalam menyusun menu seimbang, beberapa komponen gizi yang perlu diperhatikan antara lain protein berkualitas, asam lemak esensial, vitamin, mineral, karbohidrat kompleks, dan serat.
“Asupan gizi yang lengkap itu bahan bakarnya otak. Kalau gizinya terpenuhi, anak lebih siap untuk berkonsentrasi, termotivasi belajar, dan menjaga suasana hatinya tetap stabil,” jelas tim pemateri dalam kegiatan tersebut.
Materi penyuluhan juga mengulas secara sederhana kaitan antara zat gizi dengan produksi senyawa kimia di dalam tubuh. Dijelaskan bahwa zat gizi berperan dalam mendukung pembentukan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, serta senyawa lain yang berpengaruh terhadap energi, fokus, motivasi, dan kesejahteraan emosional anak.
Meski demikian, tim menegaskan tidak ada satu pun jenis makanan ajaib yang bisa secara instan membuat anak menjadi lebih pintar, selalu bahagia, atau kebal dari masalah psikologis. Kunci utamanya justru terletak pada konsistensi.
“Tidak ada superfood tunggal. Yang paling penting adalah pola makan yang beragam, bergizi seimbang, aman, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tahap perkembangan anak,” tegasnya.
Menu MBG Harus Terukur Sesuai Usia
Pada sesi lain, peserta yang terdiri dari tenaga pengelola dan ahli gizi SPPG juga mendapatkan edukasi khusus mengenai penyusunan menu harian berbasis kelompok umur.
Penyesuaian ini dinilai krusial, mengingat kebutuhan energi dan zat gizi setiap anak berbeda-beda tergantung usia, tingkat aktivitas fisik, serta fase tumbuh kembangnya.
Oleh karena itu, menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dirancang secara terukur dan cermat. Tujuannya agar makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi benar-benar optimal untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Materi ini diharapkan menjadi bekal bagi pengelola SPPG untuk terus berinovasi menciptakan variasi menu yang tidak hanya sehat dan bergizi, tetapi juga aman, menarik secara tampilan, dan yang paling penting dapat diterima dan disukai oleh anak-anak.
Sejumlah peserta menilai materi penyuluhan tersebut sangat relevan dengan tantangan di lapangan. Edukasi ini membantu mereka memahami bahwa tugas menyediakan makanan bergizi adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia di masa depan. (e’Q)


