![]()
SANGIHE, bintangnusautara.com – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Sangihe kembali menggagalkan peredaran obat keras jenis Hexymer yang mengandung Trihexypenidyl jenis melalui jasa pengiriman kapal laut di Pelabuhan Nusantara Tahuna pada Senin (01/12/2025).
Saat dikonfirmasi, Kapolres Sangihe, AKBP Abdul Kholik melalui Kasat Narkoba, Iptu Hevry Samson mengatqkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh pihaknya.

“Jadi ada informasi yang diperoleh terkait pengiriman paket dengan tujuan Tahuna Beach dgn menggunakan Kapal KM.Barcelona III A yang berangkat dari Pelabuhan Manado pada hari Minggu (30/11/2025) dan tiba di pelabuhan Nusantara Tahuna pada Senin (01/12/2025) pukul 05.00 Wita” ungkapnya.
Diduga kata Hevry, paket yang berasal dari Manado dan diduga merupakan jaringan pengedar tersebut adalah Obat Keras Jenis Hexymer (pil kuning) mengandung Trihexyphenidyl.
“Kami menduga pengirim ini mempunyai hubungan komunikasi dgn pengedar dan/atau pengguna yang ada di Tahuna Sangihe” jelasnya.

Informasi ini kemudian kami kelola kata Kasat Narkoba dan masih pada hari Senin sekitar pukul 18:00 Wita Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Kepulauan Sangihe mengamankan paket kiriman tersebut dengan terlebih dahulu berkordinasi dengan Mualim I KM.Barcelona III A. Setelah mendapat persetujuan dilakukan pemeriksaan paket yg diduga berisi obat keras.
“Setelah ditemukan, tim membuka paket tersebut dan ternyata didalamnya berisi bungkusan rokok merek Dunhil dan terdapat 1 (satu) kotak yg masih dilakban. Setelah dibuka, didalamnya adalah obat keras jenis Hexymer (pil kuning) mengandung Trihexyphenidyl yang di kemas dalam bungkusan plastik bening” ujarnya.
Untuk selanjutnya kata Hevry, barang bukti tersebut diamankan oleh Unit Opsnal Satresnarkoba dan dilakukan penghitungan di Kantor Satnarkoba seluruhnya berjumlah 690 (enam ratus sembilan puluh) butir.
“Untuk nilai dari obat keras tersebut sekitar Rp. 17.250.000,- (tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah) dengan harga jual Rp. 25 ribu per butir.” tandasnya.
Penulis : Alosius Budiman
