Sebanyak Delapan KK Korban Bencana di Kelurahan Paseng Telah Kembali ke Rumah

Share to

Loading

Kondisi posko bencana di Gereja Betabara Paseng, Sabtu (10/01/2026) yang masih dihuni 16 KK. (Foto : Alosius Budiman)

bintangnusautara.com, SITARO – Sejumlah delapan (8) kepala keluarga (KK) yang sebelumnya menempati posko pengungsi di gedung Gereja Betabara Kelurahan Paseng, telah kembali ke rumah mereka yang sebelumnya terdampak bencana banjir lahar dingin yang terjadi beberapa hari kemarin.
Menurut salah satu petugas posko yang ditemui awak media ini, Wisye Buleno, delapan KK tersebut memilih kembali ke rumah mereka karena rumah yang sebelumnya dipenuhi material banjir telah dibersikan. “Rumah mereka telah dibersihkan, sehingga mereka suda boleh kembali menempatinya” terang Wisye.
Di Kelurahan Paseng Kecamatan Siau Barat (Sibar) korban yang terdampak bencana secara keseluruhan sebanyak 24 KK dengan 159 jiwa. “Untuk kerugian material, satu (1) unit rumah hilang tergerus banjir, dua (2) unit rumah butuh renovasi bagian dapur dan selebihnya hanya terendam material banjir” jelasnya.

Para petugas posko bencana Kelurahan Paseng yang selalu siaga, Sabtu (10/01/2026). (Foto : Alosius Budiman)

Beruntung saat kejadian, tidak ada korban jiwa yang jatuh kata Wisye yang juga merupakan staf kelurahan Paseng tersebut. Untuk para pengungsi sendiri selama berada di posko, mereka disuplai makanan siap saji dua kali, siang dan malam. “Untuk makan pagi dari dapur umum yang ada di posko. Pengungsi juga mendapatkan bantuan sembako dan lainnya” ujarnya.
Untuk saat ini, masih enam belas (16) KK yang ada di Posko Pengungsi Betabara Paseng. Kondisi rumah mereka belum sepenuhnya dibersihkan.
Selain kebutuhan makan, kesehatan para korban bencana juga tetap diperhatikan. Ada empat (4) petugas medis yang selalu siap di posko dua (2) dari Puskesmas Ondong dan dua dari Dinas Kesehatan. “Kami tetap melakukan pemeriksaan setiap hari selama empat belas (14) hari kedepan” jelas petugas medis, Ria Feren Udang.
Ketersediaan obat juga tetap diperhatikan, termasuk perawatan pembersihan luka juga dilakukan oleh para petugas medis. “Ketersediaan obat kronis tetap diperhatikan. Karena ada korban yang lanjut usia, karena trauma terhenti konsumsi obat, seperti hipertensi, gula dan lainnya” tandasnya.

Penulis : Tim Bintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!