Bupati Michael Thungari Lantik Pejabat JPT Pratama dan Administrator, Tegaskan Penguatan Reformasi Birokrasi

Share to

Loading

SANGIHE, ⭐Bintangnusautara.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, melantik dan mengambil sumpah/janji Jabatan Administrator serta mengukuhkan pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pelantikan digelar di rumah jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, Kamis (12/02/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari penataan birokrasi yang berkelanjutan guna memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Michael Thungari, Bupati Kepulauan Sangihe (Foto : JS)

“Jabatan adalah amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan daerah dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Thungari.

Ia menekankan bahwa seluruh proses penempatan pejabat telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan organisasi, kompetensi, integritas, serta rekam jejak kinerja. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi, memahami tugas dan fungsi, serta menunjukkan etos kerja profesional dan berorientasi hasil.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat menduduki jabatan strategis, antara lain:

  1. Cherry Wesselly Londo, ST., M.Ec.Dev. sebagai Kepala BPKPD
  2. Christine Amelia Janis Makagansa, STP, M.Si sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup
  3. Ronald Lumiu, SH sebagai Kepala Dinas Kominfo
  4. Stevi Barik, S.E. sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM
  5. Muchaerany Labora, S.Pi, M.Si sebagai Kepala Dinas Perikanan
  6. Ario Fanny Areba, S.E sebagai Kepala Satpol PP dan Damkar
  7. Sherman Williams Abast, SE sebagai Kepala Dinas PUPR

Selain pejabat pimpinan tinggi pratama, rotasi dan promosi juga terjadi pada jabatan administrator, camat, kepala bagian, kepala bidang, sekretaris perangkat daerah, hingga pejabat teknis lainnya.

Tak hanya itu, puluhan guru resmi diangkat dan dilantik sebagai kepala sekolah definitif pada jenjang TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Dua dokter spesialis di RSUD Liun Kendage Tahuna juga menerima penyesuaian jabatan fungsional sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan daerah.

Bupati menegaskan bahwa saat ini Kabupaten Kepulauan Sangihe berada dalam fase percepatan pembangunan daerah. Tantangan seperti reformasi birokrasi, peningkatan Indeks SPBE, penguatan tata kelola keuangan, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas pelayanan dasar membutuhkan aparatur yang responsif dan inovatif.

Pejabat manajerial diminta menjadi motor penggerak organisasi dengan perencanaan yang selaras RPJMD dan RKPD, membangun tim kerja solid, serta menjadi teladan dalam integritas dan disiplin. Sementara pejabat non-manajerial diingatkan sebagai ujung tombak pelayanan publik yang menentukan wajah pemerintahan di mata masyarakat.

“Yang dinilai masyarakat bukan hanya kebijakan, tetapi sikap, empati, kecepatan, dan ketulusan dalam melayani,” tegasnya.

Sebagai tolok ukur pembangunan, Pemkab Sangihe menetapkan tujuh indikator kinerja utama, di antaranya Indeks Reformasi Birokrasi, Indeks Pembangunan Manusia, kontribusi sektor unggulan terhadap PDRB, indeks keharmonisan sosial, indeks kualitas lingkungan hidup, serta rasio ketergantungan penduduk.

Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan akan terus dievaluasi berdasarkan kinerja dan integritas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang memasuki masa purna bakti atas pengabdian mereka bagi daerah.

“Selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Bekerjalah dengan hati, loyalitas, dan tanggung jawab demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tutup Thungari. (*/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!