Kehamilan Usia Remaja di Sangihe Cukup Tinggi, Capai 12,7%/1000 Remaja

Share to

Loading

Kadis PPKB, Jopy Tungary saat memperlihatkan prosentasi data kehamilan remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto : Alosius Budiman)

bintangnusautara.com, SANGIHE – Presentase kehamilan pada remaja usia 15-19 tahun di Kabupaten Kepulauan Sangihe cukup tinggi, yakni 12,7/1000 remaja.
Ini terungkap saat awak media ini berbincang dengan Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Jopy Tungary di ruang kerjanya akhir pekan kemarin. “Di daerah kita ini, angka kehamilan pada remaja cukup tinggi, perbandingannya dari seribu (1000) remaja putri, dua belas koma tuju persen (12,7%) mengalami kehamilan” ungkapnya.
Dari data yang ditunjukan oleh Jopy untuk tahun 2023-2024 angka kehamilan pada remaja cukup tinggi dan mengalami kenaikan. “Tahun 2023 kehamilan remaja mencapai 10,2%. Angka tersebut meningkat drastis pada tahun 2024 menjadi 25,6%. Ada kenaikan yang signifikan” tegasnya.
Pihak Dinas PPKB tidak tinggal diam dengan persoalan ini. Jopy mengatakan, pihaknya memiliki program PIKER (Pusat Informasi dan Konseling Remaja). “Mereka para penyuluh KB disetiap kecamatan yang rutin ke sekolah untuk melaksanakan program tersebut. Dan ini memang merupakan sebuah permasalahan yang menjadi perhatian serius” jelasnya.
Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, jumlah remaja putri sekitar empat ribu lima ratus (4500) orang. Dari presentase angka kehamilan jika dihitung sekitar seratus (100) lebih kehamilan remaja terjadi. “Di tahun 2025, terjadi penurunan yakni 20,4%, atau jika dihitung angka kehamilan remaja dibawa seratus berkisar di 90an” paparnya.
Disisi lain di tahun 2026 ini kata Jopy, pihaknya akan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Pencegahan Perkawinan Dini Kepada Anak, yang didalamnya terkait dengan Pencegahan Kehamilan Kepada Anak Remaja.

Penulis : Alosius Budiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!