![]()
SANGIHE, Bintangnusautara.com — Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, arus penumpang transportasi laut menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe dipastikan meningkat signifikan. Kondisi ini kembali menyoroti pentingnya optimalisasi layanan transportasi laut, khususnya pada jalur pelayaran Manado–Tahuna, guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.
Lonjakan penumpang pada akhir tahun merupakan fenomena tahunan. Banyak warga Kepulauan Sangihe yang bekerja dan menetap di Manado memilih pulang kampung untuk merayakan Natal bersama keluarga. Namun, keterbatasan armada kapal laut kerap menimbulkan persoalan di lapangan.
Berdasarkan pantauan Media Bintangnusautara.com di Manado, tiket kapal laut menuju Sangihe telah habis terjual sejak tiga hingga empat hari sebelum jadwal keberangkatan. Kondisi tersebut berdampak pada penumpukan penumpang di pelabuhan serta menyulitkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut.
Keterbatasan armada dinilai berpotensi menyebabkan kepadatan penumpang, keterlambatan pelayaran, hingga meningkatnya risiko keselamatan. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, operator kapal, Syahbandar, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua PPWI Sangihe sekaligus mantan Sekretaris INSA Manado, Fentje Janis, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sesungguhnya telah mengambil langkah antisipatif jauh hari sebelum lonjakan penumpang terjadi.
“Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari sangat peduli tentang pelayanan publik dan telah mengantisipasi lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru dengan mengeluarkan rekomendasi izin operasional KM Geovani untuk melayani rute Manado–Petta. Namun hingga saat ini pelayaran tersebut belum terealisasi,” ungkap Fentje.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi terakhir, operator KM Geovani masih menunggu jadwal rapat bersama sesuai surat dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara. Padahal, Pemerintah Daerah Sangihe dan Sitaro telah mengeluarkan rekomendasi, serta mendapat dukungan dari Asosiasi Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) yang menyatakan tidak keberatan.
“Realisasi pelayaran ini sangat bergantung pada kesiapan dan keseriusan operator kapal. Jika KM Geovani dapat segera beroperasi, kepadatan penumpang yang terjadi saat ini dapat diminimalisir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fentje menyampaikan harapan masyarakat Nusa Utara agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Gubernur Sulawesi Utara, dapat mengambil langkah cepat dan tepat untuk membantu memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat Sangihe, mengingat tingginya mobilisasi penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dengan adanya sinergi lintas sektor dan percepatan pengambilan kebijakan, diharapkan pelayanan transportasi laut Manado–Sangihe dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar selama momentum hari besar keagamaan.
(*e’Q)
