Saat Banjir Lahar Dingin Keadaan Gelap Gulita, Terdengar Suara Ledakan

Share to

Loading

Kondisi Posko Pengungsi di Gedung Museum Sitaro yang ditempati masyarakat terdampak bencana banjir lahar dingin, Kelurahan Bahu, Senin (05/01/2026). (Foto : Alosius Budiman)

bintangnusautara.com, SITARO – Suasana gelap, hujang turun cukup intens, tiba-tiba terdengar suara ledakan, tidak berselang lama, luapan lahar dingin menyapu pemukiman warga yang ada di kelurahan Bahu Kecamatan Siau Timur Kabupaten Sitaro.
Suasana mencekam tersebut disampaikan oleh Mama Rani, salah satu warga yang selamat dari bencana lahar dingin yang terjadi pada Senin (05/01/2026) sekitar pukul 03:00 Wita. Sambil memegang lutut yang lecet, Mama Rani menuturkan bahwa memang kondisi cuaca pada Minggu (04/01/2026) turun hujan. “Melihat kondisi tersebut, kami warga mulai mengungsi sekitar pukul 02:00 Wita di salah satu rumah warga yang berada diketinggian” ungkapnya.
Selain hujan, kondisi juga gelap gulita karena listrik padam. Pergerakan terbatas, bahkan Mama Rani kakinya sempat terjebak dalam aliran lahar dingin dan akhirnya bisa selamat setelah warga lainnya menarik korban agar tidak terseret aliran lahar dingin tersebut. “Memang lokasi pemukiman kami menjadi jalur lahar dingin. Sebelumnya, aliran air yang disertai lahar dingin hanya megalir sedikit. Nanti sekitar pukul 03:00 Wita, kami mendengar suara seperti ledakan dan seketika itu juga aliran lahar dingin langsung menghantam” ungkapnya.

Para petugas medis memeriksa kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana di posko pengungsi Gedung Museum Sitaro, Minggu (05/01/2026). (Foto : Alosius Budiman)

Aliran lahar dingin tersebut cukup deras sampai menyeret beberapa rumah warga, bahkan ada warga yang ikut menjadi korban. Dikatakan ada sepasang suami istri yang tidak sempat menyelamatkan diri dan hanyut beserta rumahnya. “Saat itu, istrinya terlebih dulu mengantarkan anak dan orang tuanya ketempat yang aman. Setelahnya kembali ke rumah untuk membangunkan suaminya. Namun belum sempat keluar rumah, lahar dingin menyapu rumah beserta suami istri tersebut” jelasnya.
Mama Rani bersama masyarakat lainnya tetap bertahan sampai hari mulai terang, kemudian turun untuk melihat kondisi rumah dan pada akhirnya ditampung di Posko Pengungsian di Gedung Museum Sitaro Kecamatan Siau Timur.
Informasi lainnya yang diperoleh para awak media ini, ada juga warga yang berada di lokasi terdampak banjir lahar dingin yang enggan untuk diajak ke Posko Pengungsi.

Penulis : Tim Bintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!