Darah Minahasa-Sangihe Mengalir di Panggung Momo 2026, Uchi Mandagi Datang Bukan Sekadar Bermodal Paras

Share to

Loading

SANGIHE, Bintang Nusa Utara com – Panggung Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026 kembali menghadirkan sosok-sosok muda dengan karakter dan cerita masing-masing. Salah satunya adalah Lusy Agnes Mandagi, S.Ak, atau yang akrab disapa Uchi, Momo kelahiran Tahuna, 20 Juni 1999 ini tampil sebagai peserta perwakilan PLN Nusa Daya UPP Tahuna.

Membawa darah Minahasa-Sangihe dalam dirinya, Uchi hadir dengan satu tekad: memberikan penampilan terbaik dan menjalani seluruh proses dengan penuh keyakinan.

Namun, di balik kecantikan dan penampilannya di atas panggung, Uchi dikenal sebagai sosok yang sederhana, murah senyum dan mudah menyapa. Karakter inilah yang menjadi bagian dari kekuatannya ketika harus berhadapan dengan para peserta lainnya dalam ajang bergengsi tersebut.

Uchi merupakan putri pasangan Caroline Takalamingan dan Robby Djan Mandagi, ST. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat.

Bagi Uchi, Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar. Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri, membangun kepercayaan diri sekaligus menunjukkan bahwa seorang Momo harus memiliki lebih dari sekadar penampilan.

Ia datang membawa prinsip hidup yang sederhana namun kuat: “Jalanilah hidup di mana Tuhan membawamu.”
Prinsip tersebut menjadi pegangan Uchi dalam menghadapi setiap tantangan. Ia percaya, setiap kesempatan yang hadir dalam kehidupan tidak pernah lepas dari campur tangan Tuhan.

Karena itu, Uchi memilih untuk tidak larut dalam tekanan mengejar hasil. Ia lebih memilih fokus mempersiapkan diri, berdoa dan memberikan kemampuan terbaik.

“Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini semua atas seizin Tuhan Yesus. Di ajang yang bergengsi ini, melalui Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe, saya berusaha sebisa mungkin untuk tampil yang terbaik,” ungkap Uchi.

Menurutnya, hasil akhir bukanlah sesuatu yang sepenuhnya dapat dikendalikan manusia. Yang dapat dilakukan adalah menjalani proses dengan sungguh-sungguh.

“Saya pun yakin apapun hasil akhirnya nanti, semua itu atas seizin Tuhan,” sambungnya.
Keyakinan tersebut membuat Uchi tampil dengan kepercayaan diri. Ia tidak hanya ingin dikenal sebagai peserta yang memiliki paras menarik, tetapi juga sebagai perempuan muda yang mampu membawa karakter, wawasan dan nilai positif di tengah masyarakat.

Dengan darah Minahasa-Sangihe yang mengalir dalam dirinya, pengalaman pendidikan yang dimiliki serta karakter yang ramah dan sederhana, Uchi kini siap mempertaruhkan kemampuan di panggung Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026.

Pertarungan tentu tidak mudah. Para finalis datang dengan keunggulan masing-masing. Namun bagi Uchi, panggung ini bukan tempat untuk sekadar mencari kemenangan.
Ini adalah kesempatan untuk berani tampil, berproses dan memberikan yang terbaik.

Dan ketika lampu panggung menyala, Uchi siap membuktikan bahwa seorang Momo tidak hanya dinilai dari kecantikan wajah, tetapi juga dari karakter, keyakinan dan kemampuan membawa diri.
(e’Q)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *