![]()
SANGIHE, Bintang Nusa Utara – Kebakaran Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe memasuki hari kelima. Kobaran api masih terlihat menjalar mengikuti arah angin, sementara upaya penanganan terus dilakukan pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan para relawan.
Di tengah situasi tersebut, kekhawatiran juga dirasakan masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar gunung, termasuk warga jemaat Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST).
Sejumlah warga mempertanyakan sejauh mana perhatian dan kepedulian Majelis Pekerja Sinode (MPS) GMIST terhadap kondisi jemaat yang berada di wilayah terdampak kebakaran.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terlihat adanya informasi mengenai langkah tanggap darurat, seruan kepedulian, maupun bentuk bantuan yang secara khusus disampaikan Sinode GMIST terkait kebakaran Gunung Awu.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga berharap lembaga gereja tidak hanya hadir dalam kegiatan pelayanan rutin, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata ketika keselamatan jemaat berada dalam ancaman bencana.
“Adakah sentuhan dari Sinode untuk memberikan jaminan bahwa wilayah kami aman?” demikian pertanyaan yang disampaikan warga, yang berharap adanya perhatian dan pendampingan dari pihak gereja. (e’Q)


