![]()
SANGIHE, Bintang Nusa Utara com- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama pimpinan DPRD Sangihe mendatangi Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital (Balmon) Kelas I Manado, Selasa (22/9/2026).
Kunjungan tersebut untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus meminta dukungan dalam mempercepat penanganan persoalan akses telekomunikasi di wilayah kepulauan.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Sangihe mengungkapkan masih terdapat 38 wilayah mengalami low signal dan 17 wilayah masuk kategori blankspot. Kondisi ini dinilai berdampak terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Kominfo Sangihe mengatakan, kondisi geografis sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan infrastruktur telekomunikasi.
“Data wilayah low signal dan blankspot telah kami inventarisasi sebagai dasar penanganan secara bertahap. Pemerintah daerah terus mendorong agar masyarakat di seluruh wilayah Sangihe mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai,” ujarnya.
Pemkab bersama DPRD berharap Balmon dapat mendukung koordinasi, pemetaan jaringan dan spektrum, serta mendorong keterlibatan operator telekomunikasi dalam menangani wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Pemkab Sangihe menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Komdigi, Balmon, BAKTI, pemerintah provinsi dan operator telekomunikasi guna mempercepat pemerataan konektivitas digital hingga ke wilayah terpencil. (e’Q)


