![]()
SANGIHE, Bintang Nusa Utara com- Setelah kurang lebih 19 tahun memimpin Pelka Bapak Sinode GMIST, Jabes Ezar Gaghana menjadikan Rapat Kerja Tahunan (RKT) Pelka Bapak Sinode GMIST Tahun 2026 sebagai momen pamit dari kepengurusan. Pesan penting pun dititipkan: program yang telah membawa dampak positif bagi pelayanan harus terus dilanjutkan.
Hal itu disampaikan Gaghana saat memberikan pengantar dalam ibadah pembukaan RKT Pelka Bapak Sinode GMIST di Jemaat Bethel Dagho, Resort Tamako, Rabu (28/10/2026).
Gaghana mengakui, perjalanan selama hampir dua dekade memimpin Pelka Bapak bukanlah hal mudah. Berbagai dinamika dan tantangan mewarnai pelayanan, tetapi ia meyakini kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan. Dukungan orang-orang baik, terutama pengurus Pelka Bapak di tingkat resort dan jemaat, menjadi kekuatan yang menopang keberlangsungan pelayanan hingga saat ini.
“Dalam kondisi yang sulit untuk kami lakukan, Tuhan kirim orang-orang baik menjawab apa yang kami butuhkan. Orang-orang baik yang kami maksudkan di sini adalah pengurus Pelka Bapak yang ada di setiap resort dan jemaat. Merekalah yang bersama-sama berjuang dalam setiap program yang kami laksanakan,” ungkap Gaghana.
Salah satu program yang menjadi perhatian khususnya adalah Festival Seni dan Budaya Pelka Bapak Sinode GMIST, yang telah berjalan sejak 2007 dan terus eksis hingga kini. Bagi Gaghana, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan program yang memberikan dampak positif bagi kehidupan dan kebersamaan anggota Pelka Bapak.
Karena itu, ia berharap kepengurusan yang akan melanjutkan pelayanan pada periode berikutnya tidak meninggalkan program-program yang terbukti menyentuh kehidupan anggota.
“Dampak dari kegiatan Festival Seni dan Budaya sangat baik dalam kehidupan sehari-hari Pelka Bapak itu sendiri, dan ini harus terus dilestarikan. Jadi, siapapun yang nantinya terpilih untuk melanjutkan pelayanan Pelka Bapak Sinode GMIST di periode yang baru ini, lanjutkan program yang benar-benar menyentuh kehidupan Pelka, termasuk Festival Seni dan Budaya,” tegasnya.
Pesan Gaghana menjadi penekanan penting menjelang pergantian kepengurusan. Setelah 19 tahun mengabdikan diri dalam kepemimpinan Pelka Bapak Sinode GMIST, ia berharap estafet pelayanan tidak sekadar berpindah tangan, tetapi juga mampu menjaga dan mengembangkan program-program yang telah memberi manfaat bagi jemaat.
Penulis: Melky Polohindang


