![]()
SANGIHE, Bintang Nusa Utara com- Raja Maroko Mohammed VI menetapkan arah strategis kebijakan anggaran 2027 dengan fokus pada kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, serta penguatan ketahanan air, energi, dan pangan.
Dalam rapat Dewan Menteri di Istana Kerajaan, Rabat, yang turut dihadiri Putra Mahkota Moulay El Hassan, pemerintah Maroko menyepakati lima prioritas utama dalam Rancangan Undang-Undang Keuangan 2027.
Prioritas tersebut mencakup penguatan perlindungan sosial, perluasan kesempatan kerja bagi pemuda, pembangunan wilayah, kedaulatan energi dan pangan, serta peningkatan daya saing ekonomi. Pemerintah juga menjadwalkan alokasi 25 miliar dirham untuk mendukung program pembangunan wilayah terpadu.
Kebijakan ini mendapat apresiasi Presiden Persaudaraan Indonesia-Sahara Maroko (PERSISMA), Wilson Lalengke. Ia menilai strategi anggaran tersebut mencerminkan komitmen kepemimpinan Raja Mohammed VI dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Namun, Lalengke menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan rakyat, termasuk masyarakat di wilayah Sahara Maroko.
“Pembangunan yang inklusif adalah kunci utama penguatan stabilitas nasional. Anggaran pembangunan harus dirasakan secara merata, terutama melalui peningkatan kesejahteraan, pembukaan lapangan kerja bagi pemuda, serta akses pendidikan dan kesehatan yang memadai,” ujarnya dari Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi faktor penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial.
Dengan strategi anggaran 2027 tersebut, Maroko diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kerajaan, termasuk Sahara Maroko. (e’Q)


